Zaman Batu -Mesolitikum-

2. Mesolitikum

Zaman batu tengah atau mesolithikum ini berlangsung sekitaran di masa Holosen. Pada zaman batu tengah ini, alat-alat batu yang berasal dari zaman batu masih tetap digunakan dan sudah mendapatkan pengaruh dari wilayah asia daratan. Bahkan, alat-alat yang berasal dari tulang dan flakes yang berasal dari zaman batu tua telah memegang peranan yang begitu penting di zaman batu tengah.
Zaman batu tengah juga dikenal sebagai zaman “mengumpulkan makanan atau food gathering" yang sudah berada ditingkat lanjut. Para ahli sudah memperkirakan bahwa manusia yang hidup berada di zaman ini ialah bangsa Melanesoid. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya penemuan fosil-fosil manusia ras papua melanesoid yang disertai dengan adanya penemuan alat-alat dari budaya zaman batu tengah yang ada dibukit-bukit kerang daerah sumatra timur maupun terletak di gua-gua yang ada didaerah Sampung dan Bojonegara yang terletak di Jawa Timur.

Ciri zaman Mesolithikum:

a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.
c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.

e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang.
Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)

c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)

Kebudayaan zaman batu tengah ini juga biasa disebut sebagai Bacson-Hoabinh. Adapun ciri-ciri khas dari zaman batu tengah ialah kjokkenmoddinger dan abris sous roche. Kjokkenmoddinger dan abris sous roche ini pertama kali telah diteliti dan sudah ditemukan oleh Van Stein Callenfels di tahun 1924. 


Kjokkenmoddinger ialah sampah-sampah yang berasal dari kulit kerang. Sampah dapur ini berwujud kerang dan kulit siput yang sudah menumpuk selama ribuan tahun sehingga menjadi bukit. Tingginya sekitar mencapat tujuh meter dan telah menjadi fosil.
Kjokkenmoddinger ini sudah banyak ditemukan pada sepanjang pesisir pantai timur yang ada di Sumatra. 

Abris Sous Roche adalah tempat tinggal atau gua yang telah ditemukan pada daerah Lomoncong atau kebudayaan Toala yang ada diSulawesi Selatan. Gua-gua ini memiliki fungsi sebagai tempat tinggal agar bisa digunakan sebagai tempat berlindungya dari panas dan hujan maupun ancaman dari binatang buas. Abris Sous Roche telah ditemukan di daerah dekat sampung pada area Ponorogo, Sulawesi Selatan, Timor, Rote dan Bojonegoro. Para peneliti yang telah mengadakan penelitan mengenai hal ini yakni van Stein Callenfels yang ada di gua Lawa, van Heekeren yang ada didaerah Besuki, dan Fritx Sarasin dan Paul Sarasin yang ada didaerah Lomoncong.






Sumber:
http://www.informasiana.com/
Google Images


Komentar

Postingan Populer